Baru-baru ini terdapat kabar bahwa resesi akan terjadi, tentunya hal tersebut akan memberikan dampak risiko keuangan bagi masyarakat di dunia. Tidak terkecuali, bahwa hal semacam itu juga pasti akan terjadi termasuk di Indonesia.

Oleh sebab itu, demi lolos dari jeratan akan risiko keuangan tersebut, kamu perlu menyusun strategi dalam menghadapi kemungkinan terburuk. Kalaupun resesi terjadi, bukan menjadi masalah besar bagi masyarakat ke depannya.

Salah satu langkah yang tepat untuk membuat masyarakat bisa lolos dari krisis ekonomi global tersebut yaitu berinvestasi. Setidaknya ketika harga-harga naik, kamu tetap bisa mendapatkan keuntungan dari tanam modalnya tersebut.

Krisis ekonomi global memang menjadi satu momok menakutkan untuk masyarakat karena dapat membuat seseorang miskin secara tiba-tiba. Sedangkan orang-orang miskin semakin sulit dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Baca Juga : “Pengertian, Jenis dan Hak Pemegang Saham”

Jenis Risiko Keuangan yang Perlu Kamu Ketahui

List Of Contents

Jenis Risiko Keuangan yang Perlu Kamu Ketahui

Sebelum menyusun strategi mengatasi risiko keuangan untuk menghadapi dampak dari risiko tersebut, maka perlu diketahui terlebih dahulu risiko-risikonya. Lalu, apa sajakah risiko-risiko yang bisa diidentifikasi tersebut?

1. Risiko Murni

Untuk jenis risiko keuangan yang pertama yaitu risiko murni. Secara umun dapat dijelaskan bahwa risiko murni tersebut terjadi karena masalah-masalah di luar dugaan. Misalnya kerugian karena terjadinya kecelakaan atau lain sebagainya, sehingga risiko pengeluaran uang dadakan ini harus dikeluarkan.

2. Risiko Khusus

Setelah risiko murni yang dijelaskan sebagai risiko pengeluaran uang dadakan, maka berikutnya yaitu risiko khusus. Sedangkan jenis risiko khusus ini lebih ditekankan secara lokal saja, misalnya karena kebakaran atau masalah lingkungan.

Jenis risiko khusus semacam ini perlu disiapkan matang-matang, masyarakat harus mencari strategi mengatasi risiko keuangan agar saat kejadian tidak begitu memengaruhi keuangan kamu. Tentu ada beberapa hal bisa dilakukan untuk mengatasi risiko semacam ini.

3. Risiko Statis

Berikutnya yaitu risiko keuangan statis. Jenis risiko ini sebenarnya masih sedikit berhubungan dengan risiko sebelumnya. untuk contoh kejadiannya yaitu seperti kehilangan, pencurian, atau masalah-masalah lainnya.

Risiko keuangan statis sebenarnya dapat dihadapi atau dihindari apabila kamu dapat berhati-hati dalam meletak barang berharga. Dengan begitu, masalah semacam ini tidak akan terjadi di kemudian hari.

Lihat Juga : “Digaji 150 Juta per Bulan, Apa itu Profesi Risk Management?”

Solusi Risiko Keuangan, Apabila Masalah Ini terjadi

Solusi Risiko Keuangan, Apabila Masalah Ini terjadi

Tentunya solusi risiko keuangan ini harus benar-benar diperhatikan oleh masyarakat demi mengamankan harta kekayaannya. Hal tersebut lebih ditekankan pada nilai barangnya, tidak mengganti dengan barang yang sudah hilang tersebut.

Salah solusi mengatasi risiko tersebut yaitu menggunakan asuransi. Penggunaan asuransi ini mampu memberikan bantuan biaya kepada masyarakat apabila kecelakaan, bencana, kebakaran, dan lain sebagainya terjadi.

Penggunaan asuransi selalu menjadi satu langkah yang selalu dilakukan oleh para pebisnis-pebisnis besar untuk perusahaannya. Jadi, ganti atas kerugian yang dialami bisa segera didapatkan, sehingga uang kamu tetap kembali seperti sebelumnya.

Selain itu, untuk menghadapi risiko-risiko lain seperti terjadi resesi di masa mendatang, kamu juga perlu melakukan investasi jangka panjang. Jenis investasi ini dapat memberikan rasa aman bagi para pelakunya apabila bisnisnya sedang mengalami penurunan.

Investasi jangka panjang juga terkadang dimanfaatkan oleh para pebisnis dunia untuk mencari keuntungan. Sedangkan, mereka juga seringkali mengombinasikannya dengan investasi jangka pendek atau trading.

Memikirkan segala sesuatunya sebelum dampak risiko terjadi adalah cara-cara yang kerap dilakukan oleh masyarakat cerdas. Menabung uang dan melakukan hal lainnya seperti investasi, dan asuransi merupakan salah satu hal terpenting menjaga masalah keuangan.

Tidak hanya itu saja, kamu juga harus rajin-rajin menabung uang agar nantinya uang yang tersimpan ini dapat membantu kehidupan. Misalnya saja ketika terjadi kebakaran, di mana harta benda banyak terbakar, maka kamu tetap bisa hidup dengan uang tabungan tersebut.

Sedangkan untuk mengetahui lebih dalam cara-cara investasi dan terhindar dari risiko keuangan atau bangkrut, kamu bisa memulainya dengan mengikuti pelatihan sertifikasi pasar modal di Sertifikasiku.com. Kelas tersebut sudah banyak membantu masyarakat mulai dari fresh graduate hingga profesional di bidang pasar modal dan keuangan.

Tertarik mengikuti kelas pelatihan pasar modal? Daftar pelatihan sertifikasi profesi di sini

Share This Article
Sertifikasiku
About Author

Sertifikasiku

Sertifikasiku, platform edukasi online, membantu anak bangsa untuk memiliki sertifikasi kompetensi profesi yang sangat berguna untuk bersaing di era global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *